1. K. H. Abdurrahman Wahid (“Gus Dur”)
Tokoh pluralis dan mantan Presiden ke‑4 RI yang memperjuangkan demokrasi, hak asasi manusia, dan keberagaman. Kontribusinya dalam organisasi Islam dan politik nasional memberi pengaruh besar bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.
2. Jenderal Besar H. M. Soeharto
Presiden ke‑2 RI yang dikenal atas stabilitas politik dan pembangunan ekonomi nasional. Masa pemerintahannya membawa Indonesia melalui periode pembangunan infrastruktur besar dan pertumbuhan ekonomi, sekalipun penuh kontroversi.
3. Marsinah
Aktivis buruh yang menjadi simbol perjuangan pekerja perempuan. Ia menyoroti hak-hak buruh, upah layak, dan kondisi kerja yang manusiawi, memberi inspirasi bagi gerakan buruh dan kesetaraan gender.
4. Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja
Diplomat dan akademisi yang berjasa dalam hukum internasional dan diplomasi maritim. Kontribusinya memperkuat kedaulatan laut Indonesia dan posisi diplomatik negara di forum internasional.
5. Hajjah Rahmah El Yunusiyyah
Pelopor pendidikan Islam untuk perempuan di Sumatera Barat. Ia mendirikan lembaga pendidikan bagi perempuan dan turut aktif dalam perjuangan kemerdekaan, meningkatkan akses pendidikan bagi generasi muda.
6. Jenderal TNI (Purn) Sarwo Edhie Wibowo
Tokoh militer yang memainkan peran penting dalam operasi militer dan stabilitas nasional pasca-kemerdekaan. Ia dikenal karena kepemimpinan di Kostrad dan pengabdian terhadap keamanan negara.
7. Sultan Muhammad Salahuddin
Pemimpin tradisional dari Nusa Tenggara Barat yang aktif dalam pendidikan dan diplomasi lokal. Ia mendirikan sekolah dan berperan dalam pembangunan sosial-ekonomi di daerahnya.
8. Syaikhona Muhammad Kholil
Ulama besar Madura yang berperan dalam pengembangan pesantren dan pendidikan agama Islam. Ia mendidik banyak generasi kiai dan tokoh pesantren yang berpengaruh hingga saat ini.
9. Tuan Rondahaim Saragih
Pemimpin lokal dari Sumatra Utara yang berjuang mempertahankan kemerdekaan daerah Batak/Simalungun. Kepemimpinan dan perjuangannya melawan kolonialisme menjadi simbol perjuangan daerah untuk NKRI.
10. Sultan Zainal Abidin Syah
Pemimpin Tidore yang berperan dalam diplomasi dan pertahanan wilayah di Maluku Utara. Kontribusinya menjaga kedaulatan daerah dan mendukung integrasi wilayah ke NKRI.
Kesimpulan
Penetapan sepuluh Pahlawan Nasional baru ini menegaskan keberagaman perjuangan dan jasa bagi bangsa: dari pendidikan, militer, politik, aktivisme sosial, hingga kepemimpinan tradisional. Pahlawan-pahlawan ini menjadi inspirasi bagi generasi muda, sekaligus memperluas pemahaman tentang arti kepahlawanan di Indonesia.



