Gunung Semeru kembali bergolak pada 20 November 2025, menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik yang signifikan. Kolom abu vulkanik dilaporkan mencapai ketinggian ±2 km, memicu kepanikan di desa-desa lereng gunung.
Evakuasi Warga
Lebih dari 300 warga dari desa-desa rawan terdampak, termasuk Supiturang, Oro-Oro Ombo, dan Penanggal, telah dievakuasi ke lokasi aman. BPBD Lumajang, bersama tim TNI-Polri dan relawan, menyiapkan posko darurat dan logistik untuk mendukung evakuasi dan keselamatan warga.
Dampak Letusan
Abu vulkanik menutupi pemukiman dan area pertanian, sementara risiko awan panas dan lontaran material pijar meningkat di radius beberapa kilometer dari kawah. Akses jalan dari Malang menuju Lumajang ditutup sementara untuk mengamankan jalur evakuasi dan mobilitas tim darurat.
Aktivitas Seismik & Pemantauan
Letusan kecil hingga sedang tercatat beberapa kali dalam beberapa hari terakhir, menandakan meningkatnya aktivitas magma. Tim pengamat gunung aktif terus memantau kondisi secara real-time, termasuk pengukuran kegempaan, aliran material vulkanik, dan kemungkinan letusan susulan.
Tindakan Pencegahan & Mitigasi
Masyarakat diimbau untuk tetap berada di pengungsian, menggunakan masker untuk menghindari gangguan pernapasan akibat abu, dan tidak mendekati kawasan lereng gunung yang berpotensi berbahaya. Pemerintah daerah terus memastikan ketersediaan logistik dan perlengkapan darurat, serta koordinasi dengan tim SAR agar evakuasi berjalan lancar.
Risiko Tambahan
Selain abu dan awan panas, aliran lahar masih menjadi ancaman utama, terutama jika hujan turun di wilayah hulu sungai. Warga dan tim evakuasi diingatkan untuk selalu waspada terhadap kondisi gunung yang cepat berubah.



