Pada malam 19 November 2025, hujan deras melanda wilayah pegunungan di Jawa Tengah, khususnya di Kabupaten Wonosobo dan Banjarnegara. Lereng tanah yang jenuh air ambrol, menimbulkan longsor masif yang menutupi rumah-rumah warga di beberapa desa, termasuk Desa Candirejo, Desa Kalibening, dan Desa Wonosari.
Keesokan paginya, 20 November, tim BPBD, TNI, dan Polri mulai melakukan pemetaan wilayah terdampak dan menyiapkan evakuasi cepat. Material longsor berupa lumpur, batu, dan pohon tumbang menutupi akses jalan utama, sehingga tim SAR menggunakan alat berat untuk membuka jalur dan mengakses lokasi terdampak.
Dampak Longsor
-
Korban jiwa: Hingga 20 November 2025, 23 orang meninggal dunia dan 28 orang masih hilang dalam pencarian.
-
Kerusakan rumah: Lebih dari 50 rumah warga tertimbun, beberapa rusak parah, sementara fasilitas umum seperti jalan desa dan jembatan mengalami kerusakan sehingga mengganggu distribusi logistik.
-
Gangguan sosial-ekonomi: Aktivitas pertanian terhenti karena lahan pertanian tertimbun lumpur. Warga yang kehilangan rumah dan ladang mengandalkan bantuan darurat.
Upaya Penyelamatan
Lebih dari 500 petugas SAR, relawan, TNI, Polri, dan warga setempat dikerahkan untuk melakukan pencarian korban hilang dan evakuasi warga terdampak. Beberapa tindakan yang dilakukan:
-
Evakuasi cepat: Warga yang berada di zona merah dipindahkan ke lokasi aman, termasuk sekolah dan balai desa yang dijadikan pengungsian sementara.
-
Pemanfaatan alat berat: Digunakan untuk menyingkirkan material longsor, membuka jalur evakuasi, dan membantu pencarian korban.
-
Tim medis siap siaga: Memberikan pertolongan pertama bagi korban yang mengalami luka-luka akibat material longsor.
-
Distribusi logistik: Masker, air bersih, makanan, dan perlengkapan darurat disediakan bagi warga terdampak untuk mencegah penyakit dan menjaga kondisi kesehatan.
Analisis Risiko dan Mitigasi
-
Potensi longsor susulan: Lereng tanah yang lembek dan hujan yang masih turun meningkatkan risiko pergeseran tanah tambahan.
-
Pengawasan sungai: Aliran sungai yang berhulu di wilayah longsor dipantau untuk mencegah banjir bandang.
-
Koordinasi mitigasi: BPBD memastikan evakuasi berjalan cepat, sekaligus menyebarkan informasi peringatan dini bagi warga di daerah rawan.
Imbauan Keselamatan bagi Warga
-
Hindari mendekati lereng atau tebing yang rawan longsor.
-
Tetap berada di lokasi pengungsian sampai kondisi aman dinyatakan.
-
Jaga komunikasi dengan petugas untuk mendapatkan informasi terkini.
-
Waspada terhadap hujan lebat atau suara retakan tanah yang menandakan pergeseran.
Kesimpulan
Longsor di Jawa Tengah pada 20 November 2025 menjadi peringatan serius bagi daerah rawan bencana. Koordinasi cepat antara BPBD, TNI-Polri, tim SAR, relawan, dan masyarakat sangat krusial untuk meminimalkan korban jiwa dan kerusakan. Upaya mitigasi, evakuasi, dan pemantauan risiko susulan harus terus dilakukan hingga situasi benar-benar aman.



