Pada pagi hari Kamis, 8 November 2025, ruang lounge bisnis Qantas di bandara internasional Melbourne mengalami insiden serius ketika sebuah power bank berbaterai lithium milik seorang penumpang meledak di dalam saku celananya. Insiden ini mengakibatkan cedera pada penumpang tersebut, serta evakuasi cepat sekitar 150 orang dari lounge sebagai tindakan pencegahan.
Kronologi Kejadian
Insiden bermula sekitar pukul 11.00 waktu setempat, saat pria berusia sekitar 50 tahun sedang berada di lounge bisnis Qantas. Tanpa peringatan, perangkat power bank yang ia bawa di saku meledak, memicu percikan api yang kemudian menyulut bagian jaketnya. Beberapa saksi melaporkan mendengar teriakan dan melihat asap serta cairan baterai tersebar ke lantai lounge.
Staf lounge dan penumpang segera bereaksi: pria yang terbakar dibantu menuju shower darurat yang tersedia di fasilitas tersebut, sementara pengunjung lain diarahkan keluar dari area secara cepat dan teratur. Setelah sekitar dua jam, lounge dibersihkan dan dibuka kembali untuk umum.
Korban dan Penanganan
Penumpang yang terbakar dilarikan ke rumah sakit setempat dengan cedera pada jari‑jari dan kaki akibat percikan api dan panas. Kondisinya dilaporkan stabil setelah mendapatkan perawatan awal dari paramedis bandara.
Dampak Operasional dan Keamanan
Insiden ini menyebabkan penundaan layanan lounge selama lebih dari dua jam dan memicu revisi kebijakan penggunaan baterai portabel di fasilitas bandara. Qantas menyatakan bahwa mereka akan melakukan evaluasi ulang terhadap aturan yang mengatur penggunaan dan penyimpanan power bank dan baterai lithium di ruang tunggu maupun dalam penerbangan.
Analisis Risiko Baterai Lithium
Baterai lithium‑ion yang digunakan dalam power bank memiliki potensi bahaya jika mengalami short‑circuit atau kerusakan struktural. Ketika dalam kondisi rusak, sel baterai dapat mengalami overheating, menghasilkan gas berbahaya, dan meledak atau terbakar. Ruang tertutup seperti lounge bandara atau kabin pesawat memperburuk risiko kebakaran.
Sejumlah insiden serupa telah terjadi sebelumnya: misalnya power bank terbakar di bagasi kabin atau ruang penyimpanan pesawat. Peristiwa‑peristiwa tersebut mendorong otoritas penerbangan dan maskapai untuk memperketat aturan mengenai jumlah, kapasitas dan kondisi baterai portabel yang diizinkan dibawa penumpang.
Implikasi bagi Penumpang dan Industri Penerbangan
-
Penumpang disarankan untuk memeriksa kondisi power bank dan baterai mereka: jangan menggunakan perangkat yang sudah drop performa, bengkak atau rusak fisik.
-
Barang seperti power bank atau baterai cadangan harus dibawa di bagasi kabin dan digunakan dengan pengawasan, bukan dalam bagasi tercatat.
-
Industri penerbangan dan fasilitas bandara mungkin akan memperkenalkan aturan tambahan seperti batas kapasitas (Wh), pelabelan kondisi baterai, dan pelatihan staf lebih lanjut untuk penanganan darurat baterai.
Kesimpulan
Ledakan power bank di lounge bisnis Melbourne menyoroti bahwa gadget portabel sehari‑hari—meskipun tampak aman—dapat menjadi risiko keamanan serius dalam lingkungan publik dan penerbangan. Kejadian ini menjadi peringatan penting bagi penumpang, operator bandara dan maskapai untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perangkat yang berbaterai lithium, memperketat aturan dan memastikan langkah cepat saat insiden terjadi.



